- Last edited 06 October 2015

Jadwal Liga Italia 2015/2016

Minggu, 18 Oktober 2015

Atalanta 20 : 00 WIB Carpi
Bologna 20 : 00 WIB Palermo
Frosinone 20 : 00 WIB Sampdoria
Genoa 20 : 00 WIB Chievo
Hellas Verona 20 : 00 WIB Udinese
Internazionale 20 : 00 WIB Juventus
Napoli 20 : 00 WIB Fiorentina
Roma 20 : 00 WIB Empoli
Sassuolo 20 : 00 WIB Lazio
Torino 20 : 00 WIB Milan

 

Minggu, 25 Oktober 2015

Carpi 21 : 00 WIB Bologna
Chievo 21 : 00 WIB Napoli
Empoli 21 : 00 WIB Genoa
Fiorentina 21 : 00 WIB Roma
Juventus 21 : 00 WIB Atalanta
Lazio 21 : 00 WIB Torino
Milan 21 : 00 WIB Sassuolo
Palermo 21 : 00 WIB Internazionale
Sampdoria 21 : 00 WIB Hellas Verona
Udinese 21 : 00 WIB Frosinone

 

Rabu, 28 Oktober 2015

Atalanta 21 : 00 WIB Lazio
Bologna 21 : 00 WIB Internazionale
Frosinone 21 : 00 WIB Carpi
Hellas Verona 21 : 00 WIB Fiorentina
Milan 21 : 00 WIB Chievo
Napoli 21 : 00 WIB Palermo
Roma 21 : 00 WIB Udinese
Sampdoria 21 : 00 WIB Empoli
Sassuolo 21 : 00 WIB Juventus
Torino 21 : 00 WIB Genoa


Lihat jadwal selengkapnya: Jadwal Liga Italia 

- Last edited 06 October 2015

Hasil Liga Italia Pekan Sebelumnya

Sabtu, 3 Oktober 2015    
  Chievo 1 - 1 Hellas Verona
  Carpi 2 - 1 Torino
Minggu, 4 Oktober 2015    
  Empoli 1 - 0 Sassuolo
  Juventus 3 - 1 Bologna
  Lazio 2 - 0 Frosinone
  Palermo 2 - 4 Roma
  Sampdoria 1 - 1 Internazionale
  Udinese 1 - 1 Genoa
Senin, 5 Oktober 2015    
  Fiorentina 3 - 0 Atalanta
  Milan 0 - 4 Napoli


sumber: http://www.jadwaltelevisi.com/hasil-liga-italia

- Last edited 06 October 2015

Klasemen Liga Italia 2015/2016 Sementara Pekan Ke-7

Rank Club MP W D L GF GA GD P
1 Fiorentina 7 6 0 1 14 4 10 18
2 Internazionale 7 5 1 1 8 6 2 16
3 Lazio 7 5 0 2 10 11 -1 15
4 Roma 7 4 2 1 17 9 8 14
5 Torino 7 4 1 2 12 8 4 13
6 Napoli 7 3 3 1 16 7 9 12
7 Chievo 7 3 3 1 11 5 6 12
8 Sassuolo 7 3 3 1 9 7 2 12
9 Sampdoria 7 3 2 2 13 10 3 11
10 Atalanta 7 3 2 2 8 8 0 11
11 Milan 7 3 0 4 8 13 -5 9
12 Juventus 7 2 2 3 9 8 1 8
13 Palermo 7 2 1 4 9 12 -3 7
14 Udinese 7 2 1 4 7 10 -3 7
15 Genoa 7 2 1 4 4 7 -3 7
16 Empoli 7 2 1 4 7 11 -4 7
17 Carpi 7 1 2 4 8 16 -8 5
18 Hellas Verona 7 0 4 3 6 10 -4 4
19 Frosinone 7 1 1 5 4 10 -6 4
20 Bologna 7 1 0 6 4 12 -8 3

Lihat juga di: http://www.jadwaltelevisi.com/klasemenligaitalia

- Last edited 18 September 2015

Siapa Bakal Juarai Liga Italia Serie A musim ini?

Serie A Liga Italia adalah salah satu tontonan paling menarik di kalangan pecinta bola di seluruh dunia. Namun, musim lalu, Liga Italia tidak memberikan suguhan yang menarik karena terjadinya antiklimaks di beberapa pertandingan akhir, karena sang juara, Juventus, memiliki poin yang tak terjangkau dari tim-tim lainnya. Bahkan, tim-tim yang sebelumnya selalu bergantian merebut juara seperti AC Milan dan Inter Milan pun tak berdaya.

Musim ini tentu menjadi tantangan bagi tim-tim yang sudah gagal total di musim lalu. Namun, bukan berarti sang juara bertahan, Juventus, akan rela melepas gelar bergengsi ini begitu saja. Semua pertandingan jadwal liga italia yang akan digelar di sepanjang 2015 hingga 2016 ini dijamin akan menarik karena semua tim telah berbenah. Pembenahan ini tentu dibarengi dengan perombakan tim pasca bursa transfer pemain ditutup. Tim-tim raksasa pun sudah mengeluarkan dana miliaran untuk membeli pemain-pemain bintang, demi raihan gelar juara tahun ini.

Tentu, tim-tim gurem masih bertahan dengan para pemain lama, atau membeli pemain baru dengan nilai transfer yang tidak terlalu besar. Salah satu tim kecil yang cukup mengejutkan di jadwal bola awal musim 2015 – 2016 ini adalah AC Chievo Verona. Kini, tim asal Verona ini berada di puncak klasemen liga Italia sementara, setelah mencatatkan hasil pertandingan yang sangat lumayan di dua pertandingan akhir.

Di pekan perdana, tim ini mengalahkan Empoli 1-3. Di minggu kedua, giliran Lazio yang dibabat 4-0.

 

 

Nilai 7 pun akhirnya diraih di pekan ketiga setelah menahan sang raksasas Juventus di stadion Juventus. Tentu, ini bukan sekedar keberuntungan karena tidak banyak tim yang dapat membawa pulang satu poin saat menjadi tamu Juventus.

 

 

Chievo ‘hanya’ membeli satu pemain yakni Simone Pepe. Mantan pemain timnas ini dibeli dari Juventus, karena Juve tidak lagi membutuhkannya setelah Pepe absen sekian lama karena cedera. Pepe hanya bermain sekali di Serie A tiga musim lalu, dan sekali di bulan Mei saat Juve melawan Cagliari. Memang, permainan mengkilap Chievo bukan karena peran Pepe seorang. Tetapi ia dianggap sebagai pemain senior yang dapat membimbing pemain lainnya. Pepe sudah membela timnas Italia sejak lebih dari lima tahun lalu dan tampil sebanyak 23 kali bersama timnas.

Saat ini, Chievo sudah harus bersiap-siap digeser oleh AS Roma. Tim yang musim lalu berada di peringkat kedua Serie A Liga Italia ini kini sudah membayangi Chievo dengan poin 7 di pekan ketiga serie A Liga Italia. Hanya saja, tim yang berdomisili di ibu kota ini masih kalah dalam perolehan gol. Banyak pengamat memprediksi bahwa Roma bakal mempersulit langkah Juventus dan memiliki peluang sangat besar untuk dapat menjadi juara tahun ini. Pesaing Roma saat ini adalah Juventus dan Inter Milan.


AS Roma, dibawah kepelatihan Rudi Garcia, sudah melakukan evaluasi selama enam bulan sebelum kompetisi dimulai. Hal ini dilakukan sembari mencari pemain baru, serta mengotak-atik yang sudah ada. Ketajaman mereka sudah terbukti di tiga pertandingan terakhir dimana AS Roma tak terkalahkan.

 

 

Di pekan perdana, AS Roma bermain seri 1-1 dengan Verona, menang 2-1 atas Juventus, dan unggul 0-2 dari tim debutan Serie A Frosione (lihat juga hasil Liga Italia pekan ini).

Di tahun-tahun lalu, AS Roma selalu bersaing dengan tim sekota, Lazio. Namun saat ini, Lazio masih tidak menunjukkan sisa-sisa kejayaan mereka yang sempat menjadi salah satu tim yang ditakuti di Italia. Lazio hanya menang sekali 2-1 atas Bologna, lalu kalah dari Chievo 4-0. Tentu, masih ada waktu bagi Lazio untuk membuktikan diri meski banyak hambatan yang harus dilewati.

 

 

Memang, Juventus dan Inter Milan harus berhati-hati dengan serigala dari ibu kota ini. Saat ini, Juventus terpuruk di peringkat ke 15 dengan poin 1. Sang juara bertahan menelan kekalahan di dua pekan perdana dari tim tamu Udinese 0-1, dan AS Roma 2-1. Di pekan ketiga bahkan nyaris kalah dari sang pemuncak klasemen Chievo meski akhirnya permainan berakhir seri 1-1.

- Last edited 19 September 2015

Para pemain Juventus tetap optimis bahwa gelar juara akan diraih karena perjalanan masih panjang. Pendapat ini diwakili oleh striker baru Juve, Paulo Dybala. Ia mengatakan bahwa Juventus sedang berada pada kondisi puncak, meski awal buruk bisa saja terjadi karena banyak pemain baru yang harus menyesuaikan diri.

“Tantangan kami adalah menjawab kritik dan membuktikan bahwa kami punya mental juara,” papar pemain yang sebelumnya bermain di Palermo ini. Striker belia berusia 21 tahun ini sudah mencetak 13 gol untuk timnya di musim lalu.

Tidak hanya Juventus yang terbebani gelar juara. AC Milan pun masih harus berjuang memperbaiki reputasi. Setelah terlempar dari 10 besar di klasemen akhir musim lalu, AC Milan saat ini masih lebih beruntung karena masih dapat menorehkan satu kali kemenangan atas Empoli 1-0, meski di pertandingan perdana kalah dari tuan rumah Fiorentina 2-0. Sayangnya, tahun ini AC Milan harus puas dengan ambisi meraih scudetto karena tidak ada lagi kejuaraan di kancah internasional yang harus diikuti.

 

Akankah Inter Berjaya?

Dominasi Inter Milan hingga kini masih kuat meski tim besutan Roberto Mancini ini tetap harus waspada. Pesaingnya bukan hanya Juventus, AS Roma dan tim sekota, AC Milan, tetapi masih ada Lazio, Fiorentina, bahkan tim kuda hitam Chievo. Namun, kuda hitam yang menjadi juara jarang terjadi di Serie A, sehingga Inter Milan memang harus mewaspadai tim-tim raksasa yang selama ini sudah berlangganan meraih scudetto.

Dua pertandingan yang sudah dilakoni Inter Milan sejak Serie A dimulai diakhiri dengan kemenangan, yakni atas Atalanta 1-0 dan Carpi 1-2. Banyak yang memprediksi bahwa langkah Inter makin mudah nantinya, karena bertanding dengan kedua tim tersebut dianggap sebagai uji coba bagi tim yang sudah membeli banyak pemain bintang ini. Roberto Mancini menganggap bahwa belanja pemain musim ini adalah sebagai upaya investasi yang sudah dinikmati ‘keuntungan’nya. Inter Milan tetap harus mewaspadai batu sandungan yakni tim-tim kecil yang justru dapat menghambat perolehan nilai penuh, demi meraih scudetto dan Liga Champion.