Klasemen Liga Italia 2015 Sementara Pekan Ke-3

  • 140 Views
  • Last Post 20 September 2015
admin posted this 18 September 2015 - Last edited 20 September 2015

Klasemen Liga Italia Sementara Minggu ini


AC Milan Makin Terpuruk; Juventus Terus Bermain Buruk

Tidak banyak tim-tim besar yang ternyata harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak lagi tampil seperkasa dahulu dan tidak lagi menguasai klasemen liga Italia sementara. Hal ini terjadi di hampir semua liga sepakbola di seluruh dunia, termasuk di Liga Italia. Salah satu (mantan) tim papan atas, AC Parma, justru kini terdegradasi karena krisis keuangan meski tim ini pernah mengawinkan beberapa gelar kejuaraan Eropa. Napoli, juga pernah mengalami masa keemasan saat Maradona masih berjaya di era tahun 80an, kendati setelah itu Napoli juga mengalami kemerosotan di akhir 90an hingga memasuki tahun millenium. Tetapi, bukan berarti tim-tim besar menganggap bahwa degradasi atau sekedar paceklik prestasi menjadi hal yang biasa. Tentu, hal ini harus dihindari demi nama baik dan harga diri.

AC Milan telah mengalami krisis kemenangan di musim lalu. Di musim 2015 - 2016 pun, tim berjuluk Rossoneri ini belum tampak bangkit dari keterpurukan. Dari tiga pekan yang sudah dilakoni sejak jadwal Liga Italia dimulai, AC Milan hanya membukukan satu kali kemenangan, yakni saat menjamu Empoli di San Siro.

 

 

Selebihnya? AC Milan kalah 2-0 dari Fiorentina, dan dipermalukan oleh Inter Milan 1-0. Hasilnya? AC Milan harus puas dengan nilai 3 di peringkat ke 12. Jalan keluar pertama untuk dapat memperbaiki peringkat adalah dengan memenangkan laga melawan Palermo, pada jadwal bola 19 September mendatang. Jika tidak, maka langkah menuju papan tengah pun makin sulit.

Hal serupa juga dialami oleh sang juara bertahan Juventus. Bisa jadi, beban Juventus terlalu berat. Setelah meraih gelar juara, Juventus justru tidak sebuah tim peraih scudetto. Rekor pertandingan Juventus di musim 2015 – 2016 lebih menyedihkan. Juve kalah 0-1 dari Udinese di laga pembuka Serie A, dan ditekuk Roma 2-1 di pekan berikutnya. Minggu ketiga, Juventus dianggap beruntung karena bermain imbang dengan Chievo, karena dihadiahi penalti di menit ke 83, setelah tertinggal satu gol dari tim tamu ‘sekelas’ Chievo. Alhasil, Juventus hanya memiliki satu poin saja, dan berada di peringkat 16.

Di Liga Champions, Juventus masih dapat menorehkan kemenangan, meski penampilan tim dapat dikatakan mengecewakan. Pertemuan terakhir tim ini adalah saat unggul 1-2 dari tuan rumah, Manchester City. Satu-satunya pemain yang dianggap menjadi pahlawan Juventus justru si kiper legendaris, Gianluigi Buffon. City hanya tidak beruntung karena semua peluang gol digagalkan oleh kiper andalan timnas Italia ini.

 

 

Penampilan buruk Juventus sampai membuat kesal sang direktur umum, Giuseppe Marotta. Ia tidak ingin lagi mendengar pembenaran akan semua hasil buruk yang ditunjukkan tim berjuluk ‘La Vecchia Signora’ ini.

“Bersabar memang penting, tetapi bukan berarti harus ada pembenaran akan kekalahan yang banyak terjadi,” kata Marotta, seperti yang dilansir Rai Sport.

“Menang adalah tujuan utama di setiap pertandingan, tetapi kesulitan yang muncul sejak awal kompetisi harusnya bisa diantisipasi.” Marotta berharap, pelatih Juventus, Massimiliano Allegri segera “move on” dan tidak terlena dengan gelar musim lalu

Keterpurukan kedua tim yang pernah berjaya selama beberapa dekade itu tentu akan dimanfaatkan dengan baik oleh para pesaingnya. Salah satunya adalah Inter Milan. Kini, pasukan Roberto Mancini ini sedang menikmati kejayaannya di puncak klasemen sementara divisi utama Liga Italia. Tidak tanggung-tanggung, tiga pertandingan yang sudah diselesaikan berhasil dengan kemenangan. Tentu, nilai 9 yang didapatkan.

1 Comments
admin posted this 20 September 2015 - Last edited 20 September 2015

Mancini mengaku tidak ada resep khusus dalam meracik komposisi pemain di setiap lini. Ia meyakini bahwa kemenangan bakal diraih jika semua pemain bekerja sama, sesuai dengan posisinya. Hal ini pula yang selalu ia tekankan pada semua pemain asuhannya.

Tentu, Inter Milan tidak akan melepaskan kesempatan untuk kembali meraih tiga poin lagi di pekan keempat saat bertandang ke kandang Chievo, pesaing terdekatnya di klasemen sementara Liga Italia. Meski prestasi Chievo saat ini sedang mengkilap, Inter tentu tidak akan putus berharap.

 

Klasemen liga italia pekan ke-3

 

 

Bahkan, Inter punya rencana akan membeli Balotelli, yang rupanya sudah tidak lagi diinginkan oleh AC Milan. Menurut Mancini, Balotelli masih memiliki insting tajam jika ia memiliki partner yang pas.

 

 

Selain Inter Milan, AS Roma juga tengah mengincar gelar scudetto. Kini, pesaing terdekat AS Roma adalah Inter. AS Roma memang ‘baru’ berada di peringkat kelima, meski kini tim ini sudah mengantongi poin 7, selisih dua poin saja dari Inter. Hanya saja, Roma masih kalah selisih gol dari tim-tim lain yang berbagi angka sama yakni Chievo, Sampdoria, Torino, Sassuolo, dan Palermo. Tetapi, jika dilihat dari rentetan pertandingan yang sudah diselesaikan selama tiga pekan, AS Roma berpeluang menggeser Chievo.

Lawan dari Giallorosso di pekan keempat adalah Sassuolo. Tanpa bermaksud meremehkan tim yang sekarang juga tengah memiliki poin 7, AS Roma berpeluang menang. Pertama, AS Roma akan bertanding di kandang. Kedua, tim ini juga memiliki kontinuitas lebih bagus dalam mempertahankan performa sempurna di kompetisi dengan persaingan ketat. Sassuolo memang cukup punya catatan pertandingan yang lumayan, dimana tim ini tidak pernah kalah, dan mencatat hasil seri sekali.

Tetapi, patut diingat bahwa pasukan Eusebio Di Francesco ini menghadapi tim-tim ‘biasa’. Pekan pertama ditandai dengan kemenangan 2 – 1 atas Napoli, unggul tipis 0-1 di kandang Bologna, dan imbang 2-2 dari Atalanta. Tentu, tim ini tidak boleh dipandang sebelah mata oleh AS Roma. Bisa jadi, tim-tim yang tidak terlalu dipusingkan oleh target juara bakal menjadi batu sandungan bagi tim-tim raksasa.